Jakarta

Friday, September 21, 2012

INNOCENT OF MOSLEM

Baru-baru ini dunia digegerkan oleh munculnya sebuah film yang di buat di Inggris berjudul "INNOCENT OF MOSLEM". Film tersebut menggerkan dunia Islam karena Nabi Muhammad SAW digambarkan dengan perilaku yang buruk dan diperankan oleh seorang aktor Amerika. Tak pelak, umat muslim di Libya dan Mesir bergolak menanggapi peredaran film kontroversial tersebut. Apalagi, film juga sengaja diedarkan dengan terjemahan bahasa Arab. Tidak hanya di Libya dan Mesir, tapi juga umat Muslim di seluruh Dunia.

Dilansir Wall Street Journal, film itu diproduksi oleh pengusaha real state kenamaan Amerika Serikat keturunan Israel, Sam Bacile (52) asal California. Dalam pernyataannya, Bacile, menyebut Islam tidak ubahnya seperti penyakit kanker. Film itu dibuat dengan biaya US$ 5 juta atau sekitar Rp 47,8 miliar, yang merupakan hasil donasi dari 100 warga Yahudi di Amerika Serikat.

Dalam film itu Nabi Muhammad diperankan oleh seorang aktor Amerika dan digambarkan dengan prilaku yang sangat jauh dari sejarah kehidupan Rasulullah SAW. Di Timur Tengah, film yang kali pertama memvisualkan sosok Nabi Muhammad SAW itu kini memantik unjuk rasa besar-besaran di Libya dan Mesir dan di seluruh negara yang mayoritas Muslim. tidak ketinggalan dengan Indonesia, umat muslim di Indonesia juga mengutuk keras film ini. Beragam protes dan aksi unjukrasa di gelar di beberapa daerah. Bahkan di Kedutaan Besar AS, sebagai negara asal aktor pemeran Nabi Muhammad SAW.
Para pengguna blacberry beramai-ramai memasang Display Picture BB mereka sebagai wujud protes, serta refleksi rasa sedih karena Nabi Besar Muhammad SAW dihina dan dilecehkan. Namun miris, beberapa tanggapan terhadap aksi sinis bermunculan, bahkan dari Umat Muslim sendiri. 
Kalau menurut aku, tidak perlu sinis, kalo memang tidak suka, cukup dengan tidak ikut memasang DP itu, dan diam tanpa berucap sinis, itu hak mereka, toh tidak ada paksaan untuk ikut pasang DP itu. Walaupun mereka tidak tau, mau protes sama siapa, setidaknya mereka berhak untuk menyalurkan rasa sedih mereka. Itu lebih baik, ketimbang melakukan aksi unjuk rasa yang anarkis.

Tapi yang lebih baik lagi menurutku, menanggapi kejadian ini, seharusnya kita lebih merapatkan barisan dalam ibadah demi menjaga nama baik dan keagungan Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, dengan doa kita bersama, setidaknya Umat Muslim menjadi kuat dalam menghadapi pihak yang akan merusak nama baik dan kesucian agama kita. Tunjukan kepada mereka perilaku umat muslim yang baik sebagai refleksi melaksanakan ajaran agama kita.

Banyak tokoh dan pihak yang menganalisa, dasar pembuatan Film Innocent Of Moslem. Di antaranya seorang Blogger dari Kompasiana yaitu Lucky.
Adapun  5 hal fundemental yang mungkin menjadi dasar pembuatan  film anti Islam “innocent of moslem” antara lain :
1. Islam Sebagai Objek yang Renyah untuk Di Provokasi
Bukan  rahasia lagi kalo pembuatan Film anti-islam “innocent of moslem” sebagai peringatan peristiwa berdarah runtuhnya gedung WTC pada 11 September   2001, Serangan itu sangat memukul Amerika sebagai negara adidaya, dan dari itu pula dimulailah  agenda global “Perang Anti-Terorisme”,  dari  teror itu terbentuklah opini  versi Amerika  yang menyatakan Al-Qoidah lah yang bertangung jawab atas tragedi kemanusiaan itu, dan seperti kita ketahui bersama bahwa Al-Qoidah adalah organisasi yang “katanya” memperjuangkan islam, sehingga munculah presepsi dari kalangan awam Amerika bahwa islam adalah lawan. Sehingga munculnya film anti-islam ini.
2. Intervensi langsung Negara lain
Efek dari Film anti-islam ini bisa jadi sudah di prediksi oleh pembuat kebijakan, seperti bakal adanya demo disetiap kedutaan Amerika diseluruh dunia, dan demo itu tidak terkontrol sehingga merusak kedutaan, maka hal itu menjadi alasan yang masuk akal Amerika untuk mengitervensi dengan memasukan militernya ke suatu negara, dalam hal ini ke Sudan,Libya dan Yaman (baca) dan mungkin ke negara-negara timur tengah lain, Seperti Suriah ,dll.
3. Memecah belah persatuan mesir
Lah ini yang paling bahaya….!  pasca runtuhnya Husni Mubarok yang notabane pro Amerika-Israel, sikap mesir era Morzi menjadi abu-abu(Baca: tidak jelas) terhadap Amerika dan cenderung dianggap membahayakan, dengan munculnyafilm Anti-Islam ini Mesir dihadapkan polemik yang rumit pertama, demo atas kedutaan Amerika yang jika parah memungkinkan itervensi (baca No 2 : Intervansi langsung negara lain), dan yang kedua adalah perang saudara antara Demonstran Islam dan Kristen Koptik, hal ini bisa terjadi karena pembuat film menyatakan bahwa dirinya seseorang keturunan mesir yang beragama kristen koptik, meski keterangannya tidak sepenuhnya bisa depercaya (Baca ) (Baca)sebab banyak kebohongan yang sudah dilakukannya
4. Pemilihan Umum Amerika
Setiap isu adalah peluang, mungkin itu disadari oleh para petinggi kedua partai di Amerika(Demokrat ataupun Repbulik), sehingga di moment peringatan runtuhnya WTC  yang ahir-ahir ini selalu melecehkan Islam (sebelumnya pembakaran Al-Quran) akan menjadi peluang baru bagai keduanya, untuk sementara Obama dirugikan atas isu ini, tapi jika dikemas dengan baik tentu akan menguntungkan bagi Obama (misalnya dengan menangkap pembunuh duta besar Amerika di Benghazi, Libya.)
5. Peringatan Israel untuk Amerika
Lah, ini sebenarnya dugaan awal saya, sebab jika meilhat opini yang dibentuk media seolah menunjukan pembuatn film Anti-Islam ini tak lepas dari tangan-tangan Yahudi Israel ( Baca),  jika dicermati ini sangat mungkin sebagai peringatan Israel terhadap Amerika yang  tidak mendukung serangannya terhadap Iran(baca). Selain 4 Orang meninggal di Benghazi, Libya dan 6 pesawat hancur di Afganistan akibat rilisnya film anti islam “innocent of Moslem” (baca).

Sumber : http://curanblog.blogspot.com dan http://www.kompasiana.com/lucky2000

No comments:

Post a Comment