Jakarta

Saturday, June 2, 2018

TATAPAN MATA ITU

Bagaimana tidak mata ini seketika menjadi panas...

Bagaimana tidak airmata ini jatuh meluncur deras di pipi...

Dan Bagaimana tidak kata kata ku tiba tiba terhenti...

Jika tiba-tiba tatapan mata itu terlintas begitu jelas di mataku...

Tatapan Mata  yang menatap ku dengan kasih sayang...

Tapi aku yakin, Bapak juga sedang menatap ku saat ini dari atas sana...

Mungkin beliau juga rindu kepada ku, seperti aku yang merindu kepadanya saat ini...

Wallahualam...

Tatapan mata yang terasa begitu dalam menatapku...

Tatapan mata yang begitu lamaaaa menatap ku, seakan tidak pernah akan menatap lagi...

Yaaa... itu tatapan mata terakhir Bapak kepadaku, sebelum beliau berpulang kehadirat Allah Subhanawata'ala...

Rinduuu...

Cuma rasa yang tertinggal setelah ingatan tentang tatapan mata Bapak terlintas...

Tuesday, February 13, 2018

AKU

Aku adalah Aku.

Kamu adalah Kamu.

Aku bukan Kamu.

Kamu bukan Aku.

Aku tidak mau menjadi Kamu.

Maka Kamu janganlah mau menjadi Aku.

Biarlah kita tetap menjadi diri sendiri.

Dan buatlah kita saling mau menerima apa adanya diri kita.

Jika tidak mau, maka baiknya kita tidak bersama.

(YS - Feb 2018)

Saturday, February 10, 2018

KENAPA?


Kita belum punya kenangan bersama.

Kenanganku tentangmu adalah aku mengenalmu.

Aku pernah bertemu denganmu beberapa kali.

Dan kita selalu bertegur sapa saat kita bertemu.

Ya..Cuma itu.

Tapi kenapa?

Ingatanku tentangmu tidak pernah hilang.

Walau saat ini sdh mau 3x Lebaran.


(YS - Febuari 2018)

Sunday, November 5, 2017

MOVE ON

Ada sebuah kisah, sepasang kekasih yang saling mencintai
Tapi karena jalan takdir, akhirnya mereka berdua tidak bisa selalu bersama, yup....akhirnya mereka berpisah.
Salahsatu di antaranya akhirnya memutuskan untuk memblok semua akses mantan kekasihnya tersebut.
Dia hapus nomor teleponnya dari smartphonenya, dan dia mengahapus semua sosial media mantan kekasih juga.

Mungkin ada sebagian orang yang beranggapan bahwa tindakan tersebut sangat kekanak-kanakan. Dan mungkin ada yang beranggapan dia sangat membenci mantan kekasihnya tersebut.
Hal tersebut sah-sah saja, karena setiap orang berhak mengeluarkan pendapatnya, berhak berpresepsi.
Tapi ada baiknya dalam memandang setiap masalah jangan dari satu sisi saja, jangan melihat dari sisi negative nya saja.

Karena ternyata alasan sesorang yang di anggap kekanak-kanakan tersebut adalah untuk kebaikan dirinya sendiri, bukan karena dia membenci mantan kekasihnya tersebut. Dia melakukan hal itu agar dia bisa MOVE ON dari mantan kekasihnya, untuk bisa cepat melupakan masa lalunya dan melangkah ke masa depan.
Nomot teleponnya di hapus dari smartphone nya, agar dia tidak tergoda untuk terus menghubungi mantan kekasihnya tersebut, tapi ternyata nomor teleponnya tidak benar" dia hapus, tapi dia pindahkan ke buku telepon di rumahnya.
Akses semua media sosial di hapus karena agar dia tidak selalu melihat jika mantan kekasihnya upload foto, karena akan terasa sakit di hati walau hanya melihat dia update status, apalagi kalo dia upload foto. 

Memang, kalo baru saja hubungan berakhir, semua kejadian seperti mengarah kepada kita untuk mengingatkan kepada mantan kekasih, mendengar namanya di sebut saja, sudah membuat kita sakit. Hal itu wajar kok, semua butuh waktu dan proses untuk membuat hati menjadi netral dan baik-baik saja. 

Jangan ingin selalu cepat" sembuh, jika memang kita tidak mampu secepat yang kita mau, nikmati saja, perlahan tapi pasti hati kita akan kembali netral dan normal seperti sediakala.
Lakukan apa yang di anggap baik untuk kita, walaupun dengan cara yang di anggap ekstrim oleh orang lain.

Jangan pedulikan apa kata orang, karena orang bebas berpresepsi, kita tidak akan bisa membendung presepsi orang, yang terpenting hanya diri kitalah yang tau bagaimana cara yang bisa membuat diri kita nyaman dan bahagia.

Semoga bahasan ini bermanfaat ya.

Jangan lupa bahagia...

Love,
YS

Tuesday, October 24, 2017

FILM HOROR

Saat ini dunia perfilman Indonesia sedang di ramaikan dengan genre film horor. masyarakat Indonesia berbondong-bondong ke bioskop untuk nonton film horor. Baik yang suka film horor, orang yang pemberani, ataupun orang yang penakut. Lho kok penakut nonton film horor? "iya, biar bisa cerita ke orang2 kalo udah nonton, biar hits" dan ada juga yang bilang "mau ikutan euforia nya aja", tapi pas nonton tutup muka pake jari atau jaket aja. Hmm...bebas bebas aja...
Kalo saya pribadi, tidak suka nonton film horor, makanya setiap ada teman yang ajak saya utk nonton film horor, saya gak pernah mau ikut. 

Tapi jangan dikira saya gak pernah nonton film horor sama sekali lho, saya pernah beberapa kali nonton film horor, makanya saya bisa bilang "saya tidak suka nonton film horor"
Kenapa begitu? karena nonton film horor membuat saya jadi orang yg penakut. "Lho kok jadi penakut? bukannya gak berani nonton film horor udah bisa di sebut orang yang penakut ya?"
Mungkin itu pikiran yg ada di benak teman-teman saya yg mengajak nonton film horor dan saya tolak. Atau bahkan teman-teman yg menbaca blog saya ini punya pikiran yang sama dengan mereka.

Begini...kalo saya habis nonton film horor, jantung saya berdetak jadi lebih cepat, saya merasa cemas dan gak bisa tidur karena terbayang-bayang adegan hantu di film itu, saya jadi takut ke kamar mandi sendiri, tidur sendiri, lembur di kantor sendiri dan berjalan sendiri di tempat gelap. Padahal semua itu berani saya lakukan, kalo tidak habis nonton film horor. Nah itu yang saya sebut jadi orang penakut.
Dan bagi saya, kegiatan nonton film itu merupakan pleasure, sama dengan saya melakukan kegiatan menulis, membaca, memasak, berkebun, menyanyi dan mendengarkan musik.
Setelah melakukan kegiatan itu semua, saya kembali fresh dan terbebas dari stress. Itu cara saya untuk refreshing.

Tapi kalo saya nonton film horor, saya bukan fresh malah tambah stress hehehe. Makanya saya lebih suka nonton film komedi, drama romantis ataupun action.
Nah, akhirnya kita kembali bebas menentukan sikap dan cara menjalani hidup kita masing-masing untuk menemukan kesenangan dan kebahagian kita masing-masing tanpa harus saling menjudge hobi orang lain, melainkan saling menghargai apa yang di sukai masing-masing individu.

Have a nice pleasure All


Love,
YS